Pemikiran Muhammed Arkoun tentang Al-Qur’an : Rekonstruksi Pemikiran Islam Abad 21

Saldan Manufa

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah membahas gagasan-gagasan Muhammed Arkoun dalam merekonstruksi pemikiran islam dalam Al-Qur’an di abad 21. Secara metodologi, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode library research. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan dalam perkembangan islam, tradisi kemushafan atau skriptual masih menjadi sebuah pegangan yang kuat dilakukan oleh intelektual islam klasik dengan menekankan pada doktrin tafsiran yang statis, tanpa melihat sebuah perkembangan dunia yang telah berubah. Ketika dalam menafsirkan al-qur’an, Arkoun menggunakan pendekatan kritis ilmu-ilmu sosial (dekonstruksi, hermeneutika dan pascastrukturalis). Dengan demikian perlunya sebuah pemahaman tradisi islam yang terbuka, pintu gerbang ijtihad belum terkunci sehingga pemaknaan terhadap penafsiran al-quran terus berkembang mengikuti zaman  Dapat disimpulkan dalam penelitian ini kekakuan dalam menafsirkan teks al-qur’an membuat Arkoun untuk menemukan makna yang tersembunya dibalik teks al-qur’an yang dikodifikasi. Dengan demikian, untuk menganalisis teks-teks al-qur’an, ia menggunakan metode sosial seperti  historis-antropologi, lingustik-semiotik, dan Teologi-religius. Agar al-qur’an dapat disesuikan dengan tantangan dan  perkembangan dunia abad 21.


Keywords


Al-Qur’an; Islam; Muhammed Arkoun

Full Text:

PDF

References


Al-Bakri, S. A. Q. (1989). Islam Agama Segenap Umat Manusia: Tinjauan Mengenai Beberapa Segi dalam Hukum Islam (I). P.T Pustaka Litera AntarNusa.

Amaliya, F. P., Komalasari, S., Susilawati, S., Saidah, S., & Asbari, M. (2024). Self Healing with Qur ’ an : Mengapa Harus Qur ’ an ? Literasi: Jurnal Manajemen Pendidikan, 02(01), 14–18.

Arkoun, M. (1996). Rethinking Islam (Cetakan I). Pustaka Pelajar.

Arkoun, M. (2002a). The Unthought in Contemporary Islamic Thought. The American Journal of Islamic Social Sciences, 21(1), 100–102.

Arkoun, M. (2002b). The Unthought In Contemporary Islamic Thought. Saqi Books.

Arkoun, M. (2003). Rethinking Islam Today. Sage Publication, 588, 18. https://doi.org/10.1177/0002716203255396

Asahy Faiqoh, Izzatul Salsabila, Dwi Setyawan, B. K. (2023). Al-Qur ’ an Dan Urgensinya Dalam Kehidupan Manusia. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 1(3), 30–38.

Bruinessen, M. van. (2012). Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat (I). Gading Publishing.

Campanini, M. (2009). Qur ’ a nic Hermeutics and Political Hegemony : Reformation of Islamic. The Muslim World: Qur’an Hermeutics and Political Hegemony, 99, 124–133.

Chatterjee, M. (1997). Islam in a World of Diverse Faiths.

Djalal, Z. F. (2016a). Pembacaan al- qur’an dalam perspektif mohammed arkoun. Islamuna, 3(1), 1–21.

Djalal, Z. F. (2016b). Pembacaan al- qur’an dalam perspektif mohammed arkoun. Islamuna, 3(3), 1–21.

Dzukroni, A. A. (2022). Integrasi Ilmu Keislaman dan Sosial Humaniora dalam Studi Islam: Kritik Epistemologi Muhammad Arkoun Terhadap Metodologi Studi Islam. At-Turas: Jurnal Studi Keislaman, 9(1), 142–164. https://doi.org/Doi: http://doi.org/10.33650/at-turas.v9i1.3712

Esmail, A. F.-A. and A. (2012). The Construction of Belief : Reflections on the Thought of.

Faizah, N. (2018). Surat al-Fatihah dalam Bingkai Pembacaan Mohammed Arkoun. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 16(1), 95–108. http://ejournal.kopertais4.or.id/pantura/index.php/jipi/article/view/3334%0Ahttp://ejournal.kopertais4.or.id/pantura/index.php/jipi/article/download/3334/2377

Humaira Ahmad. (2023). Mapping Neo-Modern and Postmodern Qur’¯ anic Reformist Discourse in the Intellectual Legacy of Fazlur Rahman and Mohammed Arkoun. Religion, 14(595), 12.

Khaeroni, C. (2017). Sejarah AL- Qur’an (Uraian Analitis, Kronologis, dan Naratif tentang Sejarah Kodifikasi Al- Qur’an ) Cahaya Khaeroni. Jurnal Historia, 5(2), 193–206.

Moosa, E. (2016). Islam Progrefis: Refleksi Dilematis tentang HAM. Modernitas dan Hak-Hak Perempuan di Dalam Hukum Islam (S. Hasyim (ed.); Cetakan II). PT. LKis Pelangi Askara.

Muhammad, I. & R. (2023). Discourse from the Perspective of Mohammed Arkoun : An Examination of the Values of Interfaith Dialogue. Potret Pemikiran, 27(1), 94–112.

Mulia, S. M. (2010). Negara Islam (S. Srengenge (ed.); cetakan I). KataKita.

Nurwahidin Lintang Tranggono. (2023). Analisis Perkembangan Historiografi Timur Tengah dan Islam: Pra Islam, Islam Klasik, & Modern. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(5), 3865–3876.

Nurjaman, E. Y. (2021). Pola Komunikasi Masyarakat Sunda di Perantauan. Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi, 11.

Pakhrujain, P., & Habibah, H. (2022). Jejak Sejarah Penulisan Al-Qur’an. MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Hadis, 2(3), 224–231. https://doi.org/10.54443/mushaf.v2i3.38

Pertama, A.-N. (2020). Institusionalisasi vs Rasionalisasi: Dialektia Agama dan Peradaban (Cetakan I). IRCiSod.

Rezan, M. (2023). De-Radicalization Of Fundamentalism Through The Thought Of Mohammed Arkoun. Internasional Review of Humanities Studies, 4(1), 60–71.

Solahudin, M. (2021). Kajian Al-Qur’an dalam Perspektif Mohammed Arkoun. Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir Dan Pemikiran Islam, 2(2), 1–19. https://doi.org/10.58401/takwiluna.v2i2.398

Solikhin, M., & Fadholi, M. (2018). Kritik Arkoun Atas Epistemologi Islam. Islamic Review: Jurnal Riset Dan Kajian Keislaman, VII(1), 17–31.

Syar’i, M. (2022). Mohammed Arkoun ’ s Thought on Sharia Deconstruction : A Historical and Anthropological Approach. Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 21(2), 291–314. https://doi.org/http://doi.org/10.21093/mj.v21i2.5131

Ulya, I. (2017). Kritik Nalar Islam (Studi Pemikiran Hermeneutik Mohammed Arkoun). Hermeneutik: Jurnal Ilmu Al Qur’an Dan Tafsir, 11(1), 84.

Ziauddin Sardar, J. S. and S. J. (2019). Islam and Religious Thought. In Muslim Societies in Postnormal Times (p. 102).




DOI: http://dx.doi.org/10.46339/altadabbur.v9i2.1177

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Saldan Manufa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.