Filosofi Alam Makolano Dalam Perspektif Komunikasi Budaya

Makbul AH. Din

Abstract


Penelitian ini bertujuan “Menjelaskan konsep alam Makolano dalam perspektif komunikasi antarbudaya”. Alam makolano adalah sebuah pembagian kekuasaan yang  berdimensi fisik maupun non-fisik. Kekuasaan berdimensi fisik titik singgungnya pada wilayah kekuasaan sementara non fisik memberi otoritas pribadi seorang sultan Ternate sebagai panutan dalam menjawab problem masyarakat adat. Ia mempunyai kharisma setara dengan seorang wali. Untuk itu, penelitian ini menjawab “konsep alam makolano dalam perspektif komunikasi antarabudaya”. Penelitian dengan pendekatan kualitatif dalam paradigma interpretif. Informannya adalah tokoh adat, budayawan, bala kusu se kano kano (masyarakat adat) dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Adapun analisisnya kualitatif. Hasil penelitian ini Pertama, bahwa kekuasaan alam makolano menjadi prasyarat mutlak bagi seorang sultan Ternate. Kedua, adanya pesan spiritualitas dalam komunikasi budaya terhadap konsep alam makolano. Ketiga, bahwa alam Makolano mendorong motivasi dan toleransi yang tinggi pada masyarakat adat Ternate. 


Keywords


Sultan, Alam Makolano, dan Perspektif Komunikasi Budaya

Full Text:

PDF

References


Amal, M. A. (2002). Maluku Utara: perjalanan sejarah, 1250-1800 (Vol. 1). Universitas Khairun Ternate.

Asád, M. (2018). Tradisi Tulis Masyarakat Maluku Utara. Al-Qalam, 16(2), 171-180.

Baharuddin, B., & Situmorang, J. (2020, December). Philosophy of Fala Raha Ternate Culture in Election of Moloku Kie Raha. In Proceedings of The International Conference on Environmental and Technology of Law, Business and Education on Post Covid 19, ICETLAWBE 2020, 26 September 2020, Bandar Lampung, Indonesia.

Hasyim, R. (2019). Masyarakat dan kebudayaan Ternate dalam perspektif sejarah. Jurnal Geocivic, 2(2).

Hasim, R., & Nur, N. (2021). From The Myth of Seven Angelic Spirits to Religious Legitimation: Kesultanan Ternate Source of Power. International Journal of Innovative Science and Research Technology, 6(6), 1097-1102.

Hi Umar, S. R., & Hasim, R. (2021). From the Myth of Seven Angels to Religious Legitimacy: The Sources of Power of Sultans of Ternate. Review of International Geographical Education Online, 11(9).

Majid, M. K. H. A. (1996). Sosiologi Islam: Suatu Pengenalan. Jurnal Usuluddin, 3, 103-114.

Mulyana, D. (2019). Pengantar komunikasi lintas budaya: Menerobos era digital dengan sukses. (No Title).

Nurhadi, Z. F., & Din, M. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif (Teori dan Paradigma). Bandung: CV Alfabeta.

Nurjaman, E. Y. (2021). Pola Komunikasi Masyarakat Sunda di Perantauan. Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi, 11.

Pettalongi, S. S. (2012). Adat Segulaha Dalam Tradisi Masyarakat Kesultanan Ternate. el Harakah: Jurnal Budaya Islam, 14(2), 166-185.

Sakka, L. (2007). Nilai Lokal Jou Se Ngofangare Sebagai Basis Kerukunan Mas Yarakat Ternate, Maluku Utara. Jurnal" Al-Qalam" No. XXTahun XIII Edisi Juli-Desember, 99.

Sidogu, S., & Nurjaman, E. Y. (2023). Analisis Semiotika Tarian Tide-Tide Suku Galela Di Desa Bere-Bere Kecamatan Morotai Utara Kabupaten Pulau Morotai. Al-Tadabbur, 9(1), 45-59.

Sumber Lain :

Rinto Taib, Budayawan etnik Ternate, wawancara, 18 November 2022. Jam 11.00 WIT.

Zulfikar, Julkifli, bala kusu se kano-kano (Masyarakat adat Ternate), wawancara, 23 November 2022.




DOI: http://dx.doi.org/10.46339/altadabbur.v9i2.1175

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Makbul AH. Din

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.