Studi Gender Dalam Bahasa Arab

Umi Kalsum, Liani Sari

Abstract


Bahasa Arab dikenal memiliki sub kategori gramatikal, gender yang tercermin di dalam kompleksitas infleksi kelas nomina, adjektiva dan promina. Dalam tulisan ini kami fokus pada nomina untuk memetakan pikiran dan pengalaman budaya apa yang menjadikan kategori maskuline dan feminin dalam bahasa Arab.  Mengingat bahasa itu bersifat arbitrer dan unik, maka konsep gender dalam bahasa Arab dianalisis dan dijelaskan dalam relatifitas  linguistik yang menghubungkan teori linguistik dan budaya, dimana terdapat kategori tertutup (kriptotipe) dan kategori terbuka (fenotipe) yang dipahami secara sadar dan tidak sadar oleh penutur bahasa

Keywords


bahasa Arab, gender, budaya, kriptotipe

Full Text:

PDF

References


Chaer, Abdul. 2014. Linguistik Umum. Jakarta: Rinek Cipta.

Coates, J. (2004). Women, Men and Language. Harlow: Longman.

Djajasudarma, Fatimah. T. 1993. Metode Linguistik Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: PT.Eresco.

Gilman, C. P. (1911/1971). The man-made world; or, Our androcentric culture. New York: Johnson Reprint

Graddol, G & Swan, J (1989). Gender Voice Oxford: Blackwell Ltd

Köhler, A. (2008) Gender and Language.

Kridalaksana, H. 1982. Fungsi dan Sikap Bahasa. Jakarta: Penerbit Nusa Indah.

Lakoff, R. (1975). Language and Woman's Place. New York: Harper & Row.

Leech. Geoffrey, Semantics, Penguin, 1974

Lyons, John, Introduction to Theoretical Linguistics. Melbourne: Cambridge University Press

Mascia-Lees & Johnson Black. (2000). Gender and Anthropology: Waveland Press, Inc

Wacana - Volume XX Edisi 1, Februari 2020




DOI: http://dx.doi.org/10.46339/al-wardah.v15i2.652

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama



  

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.