Gerakan #MeToo Sebagai Perlawanan Kekerasan Seksual yang Dialami Perempuan di Indonesia

Rifki Elindawati

Abstract


Gerakan #MeToo menyebar luas pada tahun 2018. Gerakan tersebut bertujuan untuk mengungkapkan kasus kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan melalui media sosial. Serta telah mempengaruhi penanganan kasus pelecehan seksual di berbagai negara. Gerakan yang bersifat internasional tersebut juga masuk ke Indonesia pada tahun yang sama. Sehingga tulisan ini akan menganalisa secara kejadian empiris  “Bagaimana gerakan #MeToo muncul di Indonesia dan dampaknya terhadap perlawanan kekerasan seksual perempuan di Indonesia? ”. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, tulisan ini menggunakan konsep mengenai pengaruh media sosial terhadap gerakan sosial yang dikemukakan oleh Soares dan Joia (2015).  Dalam memperoleh data, tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data studi pustaka. Sumber data yang digunakan berasal dari penelitian sebelumnya, seperti jurnal, buku dan laporan. Beberapa sumber seperti berita yang berasal dari media massa maupun media online juga digunakan.


Keywords


#MeToo, feminisme, gender, kekerasan seksual, Indonesia

Full Text:

 Subscribers Only

References


Astuti, S. W., Pradoto, D., & Romaria, G. (2019). VictimBlamingKasus Pelecehan Seksual(Studi Netnografi Pelecehan SeksualTerhadap ViaValendi Instagram). PROMEDIA, Volume Ke-5 No. 1, 2019, Astuti, Victim Blaming, 145-165.

Badan Pusat Statistik. (2021). Jumlah kasus dan Persentase korban kekerasan terhadap perempuan yang mendapat layanan komprehensif. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Bethel, C. (2018). #MeToo: The Perfect Storm Needed to Change. Harvard Public Health Review , Vol. 16, SPECIAL EDITION - #METOO (Fall 2018), 1-5.

Clinten, B. (2020, 09 11). Cakupan 4G di Indonesia Kurang dari Setengah Keseluruhan Wilayah. Dipetik 02 01, 2021, dari Kompas: https://tekno.kompas.com/read/2020/09/11/21395607/cakupan-4g-di-indonesia-kurang-dari-setengah-keseluruhan-wilayah?page=

Kominfo. (2021). Dirjen PPI: Survei Penetrasi Pengguna Internet di Indonesia Bagian Penting dari Transformasi Digital. Jakarta: Kominfo.

Kramer, A., Gehred, K., Kirillova, L., & dkk. (2019). The Feminism Book. London: Penguin Random House.

Kusuma, A. I. (2019, 11 25). Budaya victim blaming sederer kasus pelecehan seksual yang salahkan korban. Dipetik 02 01, 2021, dari Suara News: https://www.suara.com/health/2019/04/25/145800/budaya-victim-blaming-sederet-kasus-pelecehan-seksual-yang-salahkan-korban?page=all

Levy, R., & Mattsson, M. (2020). The Effects of Social Movements: Evidence from #MeToo. SSRN Online Journal, 1-67.

Muryanto, B. (2018, 11 09). Antisexual-assault movement ‘#kitaAGNI’ gains traction. Dipetik 02 01, 2021, dari The Jakarta Post: https://www.thejakartapost.com/news/2018/11/09/antisexual-assault-movement-kitaagni-gains-traction.html

PKBI. (2021). Apa Saja Hak-Hak Korban dalam RUU PKS? Dipetik 02 03, 2021, dari PKBI Website: https://pkbi.or.id/apa-saja-hak-hak-korban-dalam-ruu-pks/

Puspita, R. (2020, 02 07). Komnas: Kasus Kekerasan Seksual pada 2019 Capai 4.898. Dipetik 02 01, 2021, dari Republika News: https://www.republika.co.id/berita/qcu6n3428/komnas-kasus-kekerasan-seksual-pada-2019-capai-4898

Septiari, D. (2019, 02 15). What UGM doesn’t get about ‘#MeToo’. Dipetik 02 02, 2021, dari The Jakarta Post: https://www.thejakartapost.com/academia/2019/02/15/what-ugm-doesnt-get-about-metoo.html

Soares, C., & Joia, L. (25). The Influence of Social Media on Social Movements: An Exploratory Concep-tual Model. 7th International Conference on Electronic Participation (ePart), Au. .

UNAIR News. (2020, 08 24). Gerakan #MeToo di Indonesia: Urgensi Lain untuk Segera Disahkannya RUU PKS. Dipetik 02 02, 2021, dari UNAIR News: http://news.unair.ac.id/2020/08/24/gerakan-metoo-di-indonesia-urgensi-lain-untuk-segera-disahkannya-ruu-pks/

UNWomen. (2018). Annual Report. 2017-2018.

Valenti, J. (2017, 12 01). Alyssa Milano on the #MeToo movement: 'We're not going to stand for it any more'. Dipetik 01 31, 2021, dari The Guardian: https://www.theguardian.com/culture/2017/dec/01/alyssa-milano-mee-too-sexual-harassment-abuse

Winarnita, M., Bahfen, N., & dkk. (2020, 01 26). Gerakan #MeToo Indonesia . Dipetik 01 31, 2021, dari Indiside Indonesia: https://www.insideindonesia.org/gerakan-metoo-indonesia

Yusuf, I. A. (2018 , 11 25). Kuatnya budaya victim blaming hambat gerakan #MeToo di Indonesia. Dipetik 02 01, 2021, dari The Conversation: https://theconversation.com/kuatnya-budaya-victim-blaming-hambat-gerakan-metoo-di-indonesia-107455




DOI: http://dx.doi.org/10.46339/al-wardah.v15i1.376

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama



  

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.